Impor BYD Atto 1 Tembus 30 Ribu Unit Dalam 3 Bulan

Impor BYD Atto 1 Tembus 30 Ribu Unit menjadi sorotan utama industri otomotif nasional sepanjang 2025. Dalam waktu hanya tiga bulan sejak mulai didistribusikan secara luas, mobil listrik terbaru dari BYD ini mencatatkan angka impor yang sangat impresif, menandakan tingginya permintaan pasar Indonesia terhadap kendaraan listrik dengan harga terjangkau dan teknologi modern.
Lonjakan impor ini sekaligus mempertegas posisi BYD sebagai salah satu pemain paling agresif di segmen mobil listrik Tanah Air, meskipun hingga saat ini sebagian besar modelnya masih berstatus impor utuh (CBU) dari Tiongkok.
Baca Juga : Penjualan BYD Terlaris Ketiga Nov 2025 di Indonesia
Impor BYD Atto 1 Tembus 30 Ribu Unit Menurut Data Gaikindo
Mengacu pada data impor yang dihimpun oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD tercatat sebagai pabrikan dengan volume impor mobil listrik terbesar sepanjang 2025. Total impor mobil BYD mencapai 64.013 unit, dan hampir setengah dari jumlah tersebut berasal dari satu model saja: BYD Atto 1.
Dalam kurun waktu tiga bulan sejak Oktober 2025, impor BYD Atto 1 telah menembus 30.060 unit, menjadikannya model mobil listrik paling banyak diimpor ke Indonesia dalam periode singkat tersebut.
Model BYD yang Masih Berstatus Impor Utuh
Saat ini, seluruh model BYD yang dipasarkan di Indonesia masih diimpor secara utuh dari China, meliputi:
- BYD Atto 1
- BYD Atto 3
- BYD M6
- BYD Dolphin
- BYD Seal
- BYD Sealion 7
Meski demikian, kondisi ini bersifat sementara. BYD telah mengonfirmasi pembangunan fasilitas produksi lokal di Subang, Jawa Barat, yang ke depannya akan menekan angka impor, termasuk untuk model Atto 1.
Alasan Impor BYD Atto 1 Tembus 30 Ribu Unit dalam Waktu Singkat
Tingginya angka impor BYD Atto 1 tidak lepas dari kombinasi strategi produk dan kebutuhan pasar Indonesia. Beberapa faktor utamanya antara lain:
- Harga Sangat Kompetitif
BYD Atto 1 dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 199 juta hingga Rp 235 juta, sejajar bahkan lebih menarik dibandingkan mobil LCGC berbahan bakar konvensional. - Segmentasi Mobil Pertama
Model ini menyasar pembeli mobil pertama, kaum urban, dan keluarga muda yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa beban biaya tinggi. - Waktu Peluncuran yang Tepat
Diluncurkan pada ajang GIIAS 2025, Atto 1 langsung mendapatkan eksposur tinggi dan respons pasar yang sangat positif. - Brand Trust BYD Secara Global
Reputasi BYD sebagai raksasa mobil listrik dunia menjadi faktor kepercayaan utama bagi konsumen Indonesia.
Penjualan BYD Atto 1 Selaras dengan Lonjakan Impor
Tidak hanya unggul dari sisi impor, performa penjualan BYD Atto 1 juga mencerminkan tingginya minat pasar. Berdasarkan data wholesales Gaikindo, sepanjang 2025 BYD Atto 1 berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 22.582 unit, meskipun baru mulai didistribusikan pada Oktober.
Artinya, dalam waktu kurang dari tiga bulan, BYD Atto 1 langsung mengukuhkan diri sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia tahun 2025.
Dominasi BYD di Daftar Mobil Listrik Terlaris 2025
Keberhasilan Atto 1 turut memperkuat dominasi BYD secara keseluruhan. Berikut posisi model BYD di jajaran teratas mobil listrik terlaris nasional:
| Peringkat | Model Mobil Listrik | Penjualan 2025 |
|---|---|---|
| 1 | BYD Atto 1 | 22.582 unit |
| 2 | BYD M6 | 10.862 unit |
| 3 | BYD Sealion 7 | 8.402 unit |
| 4 | Denza D9 | 7.474 unit |
Khusus BYD M6, model ini menjadi tulang punggung di segmen MPV listrik, sementara Denza D9 memperlihatkan bahwa segmen kendaraan listrik premium juga mulai diminati pasar Indonesia.
BYD Kian Kokoh sebagai Raja Mobil Listrik Indonesia
Secara agregat, BYD membukukan total penjualan kendaraan listrik mencapai 54.185 unit sepanjang 2025. Dengan total pasar otomotif nasional sebesar 803.691 unit, BYD berhasil mengamankan pangsa pasar sekitar 6,74%, melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan:
- 2024: 15.429 unit (pangsa pasar ±1,78%)
- 2025: 54.185 unit (pangsa pasar ±6,74%)
Capaian ini diraih di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang justru mengalami penurunan penjualan secara year-on-year.
Baca Juga : BYD Atto 1 Kalahkan Penjualan LCGC di Indonesia
Produksi Lokal Jadi Kunci Strategi BYD Selanjutnya
Ke depan, pembangunan pabrik BYD di Subang akan menjadi langkah strategis untuk:
- Menekan biaya impor
- Mempercepat distribusi
- Meningkatkan daya saing harga
- Memperkuat ekosistem mobil listrik nasional
BYD Atto 1 dipastikan menjadi salah satu model prioritas untuk diproduksi secara lokal.
Kesimpulan
Impor BYD Atto 1 Tembus 30 Ribu Unit bukan hanya mencerminkan keberhasilan sebuah produk, tetapi juga menjadi indikator kuat pergeseran minat masyarakat Indonesia menuju mobil listrik yang terjangkau dan fungsional. Dengan penjualan yang sejalan, harga kompetitif, serta dukungan rencana produksi lokal, BYD Atto 1 berpotensi terus mendominasi pasar dalam waktu lama.
Impor BYD Atto 1 Tembus 30 Ribu Unit sekaligus membuka peluang besar bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus menunggu bertahun-tahun. Jika Anda tertarik memiliki BYD Atto 1 atau ingin mengetahui promo terbaru, segera hubungi BYD Kebon Jeruk Jakarta untuk mendapatkan informasi harga, simulasi kredit, dan jadwal test drive resmi.

